MY DIGITAL PORTOFOLIO DAY-1

 Senin,1 September 2025


1. Materi I
Nama Pemateri: Prof. Yudi Latif, Ma,,Ph.D

     Tema: Kehidupan berbangsa,Bernegara,Jati diri bangsa,dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Kondisi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Saat ini, kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami perubahan di berbagai aspek yang cukup mengkhawatirkan. Untuk menghadapinya, dibutuhkan konsep, tekad, dan kemampuan kuat dalam menjaga keutuhan dan keberagaman bangsa.

Jati Diri Bangsa Indonesia

Jati diri bangsa tercermin dalam:

  • Pancasila: Dasar negara yang menjunjung nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.
  • UUD 1945: Landasan hukum dalam kehidupan bernegara.
  • NKRI: Wujud negara yang menekankan persatuan.
  • Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan yang menekankan kesatuan dalam keberagaman.

Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Kesadaran bela negara ditumbuhkan melalui:

  • Pendidikan Kewarganegaraan: Meningkatkan pemahaman hak dan kewajiban warga.
  • Latihan Bela Negara: Meningkatkan kesiapan fisik dan mental.
  • Kampanye Bela Negara: Mendorong partisipasi masyarakat dalam bela negara.

Tujuan Bela Negara

  • Melindungi negara dari ancaman terhadap kedaulatan.
  • Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Meningkatkan ketahanan nasional melalui kesiapan warga menghadapi ancaman.

2. Materi II
Nama Pemateri: Erisandy Yudhistira 

     Tema: Penguatan literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa

Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa.

Pentingnya Literasi Keuangan

Mahasiswa sedang berada pada masa transisi mengelola keuangan sendiri, menghadapi biaya hidup tinggi, sumber pendapatan terbatas, dan risiko utang. Literasi keuangan membantu mereka menjaga kestabilan finansial, prestasi akademik, kesehatan mental, dan masa depan yang lebih terencana.

Strategi Penguatan

  • Kampus: Integrasi ke kurikulum, seminar, konseling keuangan, platform digital.
  • Eksternal: Kolaborasi dengan OJK, bank, fintech, profesional.
  • Mahasiswa: Komunitas literasi, mentoring, kampanye media sosial.
  • Individu: Belajar aktif, kelola anggaran, hindari utang konsumtif, bangun mindset finansial sehat.

Manfaat

  • Finansial: Mampu mengelola uang, menabung, dan berinvestasi.
  • Akademik: Fokus belajar meningkat, prestasi lebih baik.
  • Mental: Stres berkurang, lebih percaya diri.
  • Masa Depan: Siap secara finansial pasca kuliah.

Tantangan & Solusi: Minat rendah, stigma, dan keterbatasan bisa diatasi dengan pendekatan kreatif, kolaborasi, ruang aman, dan fokus pada praktik langsung.

Kesimpulan: Literasi keuangan adalah investasi penting untuk mencetak lulusan yang mandiri, tangguh, dan siap menghadapi masa depan secara holistik.

3. Materi III

Nama Pemateri :Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 UNUSA

Tema :Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) adalah perguruan tinggi swasta yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). UNUSA mengintegrasikan nilai-nilai NU seperti moderasi, toleransi, dan kearifan lokal ke dalam kurikulum dan lingkungan kampusnya.

Pendidikan & Kurikulum

UNUSA memiliki berbagai fakultas, di antaranya Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Sains & Teknologi, Ekonomi & Bisnis, Agama Islam, Psikologi, dan Hukum. Perguruan tinggi ini menawarkan program pendidikan Sarjana (S1), Profesi, dan Diploma (D3).

Sistem pembelajarannya menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) sesuai standar nasional. Kurikulumnya memadukan kurikulum nasional dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Mahasiswa UNUSA juga berkesempatan mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pembelajaran dilakukan melalui metode tatap muka, blended learning, dan student-centered learning. Penilaiannya didasarkan pada UTS, UAS, tugas, partisipasi, dan praktik.

Penerimaan & Biaya

UNUSA memiliki beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru, seperti jalur prestasi, ujian mandiri, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, dan jalur khusus untuk penghafal Al-Qur'an (Hafidz/Hafidzah). Biaya pendidikan terdiri dari SPP, biaya praktikum, dan biaya registrasi. UNUSA juga menyediakan berbagai jenis beasiswa untuk memudahkan mahasiswa.

Kualitas & Fasilitas

Untuk menjamin kualitas, UNUSA dan program studinya telah terakreditasi oleh BAN-PT. Mereka menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), seperti evaluasi kurikulum dan audit mutu internal.

Fasilitas yang disediakan UNUSA mencakup perpustakaan fisik dan digital, laboratorium, ruang kelas ber-AC, masjid, wifi, dan area olahraga. Khusus untuk program studi kesehatan, tersedia rumah sakit pendidikan. UNUSA juga memiliki layanan pendukung seperti Biro Administrasi Akademik dan Biro Kemahasiswaan untuk membantu mahasiswa.

Karakteristik Unik

UNUSA dikenal karena penguatan nilai Aswaja dalam setiap aspek akademik dan non-akademik. Keunggulan lainnya adalah fokus pada bidang kesehatan dan keterlibatan aktif dalam pengabdian masyarakat. Lingkungan kampusnya juga dikenal religius, terbuka, dan inklusif dengan kegiatan keagamaan rutin.

Secara keseluruhan, UNUSA mengadopsi standar pendidikan tinggi nasional sambil mempertahankan identitas uniknya sebagai institusi yang berlandaskan nilai-nilai Aswaja, khususnya di bidang kesehatan dan pengembangan karakter mahasiswa.


4. Materi IV

Nama Pemateri: Dr.PulungSiswantoyo, SKM., M.KES.

Tema: Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik

                                                        Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang masuk akal. Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan ini:

1. Kembangkan Rasa Ingin Tahu

Ajukan pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" secara teratur

Jangan menerima informasi begitu saja tanpa pemahaman mendalam

Selidiki akar masalah, bukan hanya gejalanya

2. Analisis dari Berbagai Perspektif

Carilah pendapat dari berbagai sumber dengan sudut pandang berbeda

Pertimbangkan solusi alternatif sebelum membuat keputusan

Hindari terjebak dalam cara berpikir tunggal

3. Latih Penalaran Logis

Pelajari struktur argumen yang valid

Identifikasi kesalahan logika (logical fallacies) dalam pemikiran

Pisahkan fakta dari opini atau asumsi

4. Gunakan Kerangka Kerja Pemecahan Masalah

Terapkan metode seperti PDCA (Plan-Do-Check-Act)

Gunakan pendekatan 5 Whys untuk menemukan akar masalah

Terapkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)

5. Waspadai Bias Kognitif

Kenali bias seperti bias konfirmasi, bias anchor, dan bias ketersediaan

Carilah informasi yang mungkin bertentangan dengan keyakinan Anda

Libatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan perspektif berbeda

6. Praktikkan Refleksi Diri

Luangkan waktu untuk merenungkan keputusan yang telah dibuat

Evaluasi hasil dari proses berpikir Anda

Pelajari dari kesalahan dan keberhasilan

7. Terlibat dalam Diskusi dan Debat

Ikuti forum diskusi dengan orang yang memiliki pandangan berbeda

Belajar mendengarkan aktif dan memahami argumen orang lain

Latih menyampaikan argumen dengan bukti dan alasan yang kuat

8. Belajar secara Terus-menerus

Baca berbagai sumber informasi dari berbagai disiplin ilmu

Ikuti pelatihan atau kursus tentang logika dan pemecahan masalah

Terapkan pengetahuan baru dalam situasi nyata

Dengan secara konsisten menerapkan strategi-strategi ini, Anda akan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang kuat, yang pada gilirannya akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah yang dihadapi. Ingatlah bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang membutuhkan latihan terus-menerus untuk dikuasai.

Lihat juga blog teman saya :https://lailisafana.blogspot.com/2025/09/resume-materi-pkkmb-day-1.html





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Perduli Digital Mental Health Generasi Muda

MY DIGITAL PORTOFOLIO DAY-2